Categories
Sales, Marketing & Revenue

Kamar penuh belum tentu bisnis sehat.

Baca angka di balik kamar yang terjual.

Occupancy menunjukkan seberapa banyak kamar terisi. Namun, angka ini belum menjelaskan berapa pendapatan yang benar-benar diterima dan biaya yang menyertainya. Kamar yang terjual melalui kanal berbeda dapat menghasilkan kontribusi yang berbeda pula.

Sebelum menambah diskon, periksa harga bersih setelah komisi, biaya pelayanan tamu, dan permintaan pada tanggal tersebut. Bandingkan juga ADR dan RevPAR dengan target serta periode yang relevan. Pertumbuhan volume perlu dinilai bersama hasil bisnisnya.

Bahan diskusi tim: jika okupansi naik tetapi hasil operasional tidak membaik, bagian mana yang perlu ditelusuri—harga, komposisi pasar, biaya distribusi, atau biaya operasional? Mulailah dari data, lalu tentukan tindakan.

Categories
Sales, Marketing & Revenue

Sales plan harus berujung pada tindakan.

Buat rencana yang bisa dijalankan tim.

Rencana pemasaran akan lebih berguna ketika tim memahami siapa yang ingin dijangkau, apa yang ditawarkan, dan kegiatan apa yang harus dilakukan. Daftar promosi saja belum cukup untuk memberi arah.

Mulai dari segmen prioritas dan kebutuhan pelanggan. Terjemahkan sasaran menjadi kegiatan yang jelas: kunjungan akun, penawaran paket, pengelolaan kanal digital, atau tindak lanjut prospek. Untuk setiap kegiatan, tentukan penanggung jawab, tenggat, dan indikator hasil.

Dalam evaluasi, bedakan aktivitas dengan hasil. Banyaknya kunjungan atau konten yang terbit perlu dibaca bersama prospek yang relevan, konversi, dan pendapatan. Jika hasil belum sesuai, tinjau pesan, sasaran, dan pelaksanaannya sebelum sekadar menambah anggaran.